Visual Field Test Logo

Hrv

Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.

IGF-1, Pensinyalan mTOR, dan Neurodegenerasi Lintas Mata dan Otak

IGF-1, Pensinyalan mTOR, dan Neurodegenerasi Lintas Mata dan Otak

Pendahuluan Glaukoma kini diakui bukan hanya sebagai masalah tekanan mata tetapi sebagai penyakit neurodegeneratif saraf optik. Sel ganglion retina (RGC) – neuron yang mengirimkan sinyal visual dari mata ke otak – mengalami degenerasi pada glaukoma, mirip dengan kematian neuron pada penyakit Alzheimer atau Parkinson (pmc.ncbi.nlm.nih.gov) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov). Para peneliti mengungkap bagaiman...

Siap untuk memeriksa penglihatan Anda?

Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.

Mulai tes sekarang

HRV

HRV adalah singkatan untuk variabilitas interval antara detak jantung, yaitu ukuran seberapa banyak waktu antara satu detak dan detak berikutnya berubah-ubah. Ini bukan tentang detak per menit, melainkan variasi kecil di setiap interval detak yang menunjukkan keseimbangan sistem saraf otonom, khususnya antara respons 'aktif' dan respons 'tenang'. HRV biasanya diukur dengan alat yang merekam detak jantung secara akurat, seperti monitor denyut atau alat wearable, dan dihitung secara statistik dari data tersebut. Pengukuran dilakukan dalam kondisi tenang atau selama periode tertentu untuk mendapatkan gambaran yang lebih dapat diandalkan. HRV penting karena memberikan informasi tentang kondisi fisik dan emosional secara non-invasif: HRV yang lebih tinggi umumnya terkait dengan kemampuan tubuh beradaptasi terhadap stres dan kebugaran kardiovaskular yang lebih baik, sedangkan HRV rendah sering dikaitkan dengan stres kronis, kelelahan, atau risiko masalah kesehatan. Banyak faktor memengaruhi HRV, termasuk tidur, latihan, pola pernapasan, konsumsi alkohol, dan kondisi medis. Dalam praktik, ahli dan pengguna sering melihat tren HRV dari waktu ke waktu, bukan satu nilai tunggal, untuk menilai pemulihan atau beban latihan. Cara meningkatkan HRV meliputi tidur cukup, latihan teratur, latihan pernapasan dan relaksasi, serta pengelolaan stres. Namun, interpretasi HRV perlu hati-hati karena nilai normal bervariasi antar individu dan dipengaruhi banyak hal.