Pola Kehilangan Penglihatan pada Glaukoma: Titik Buta Besar Versus Titik Hilang yang Tersebar
Pendahuluan Glaukoma adalah neuropati optik progresif – kerusakan pada saraf optik dan serabut saraf retina – yang perlahan mencuri penglihatan. Saat...
Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.
Pendahuluan Glaukoma adalah neuropati optik progresif – kerusakan pada saraf optik dan serabut saraf retina – yang perlahan mencuri penglihatan. Saat...
Miopia dan Glaucoma: Ketika Rabun Jauh Meningkatkan Risiko Miopia (rabun jauh) menjadi sangat umum di seluruh dunia. Bahkan, pada tahun 2050, sekitar...
Pengantar: Glaukoma adalah penyakit mata yang secara perlahan merusak lapisan serabut saraf retina (RNFL) – kumpulan serabut saraf yang membawa sinyal...
Penuaan, Senesens, dan Glaukoma Glaukoma adalah penyebab utama kebutaan dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Pada mata yang menua, sel-s...
Saffron (Crocins) dalam Neuroproteksi Optik: Menerjemahkan Bukti Retina ke Glaucoma Saffron (stigma kering Crocus sativus L.) kaya akan senyawa karote...
Pendahuluan Glaukoma adalah neuropati optik terkait usia di mana sel ganglion retina dan seratnya di saraf optik secara bertahap mati, seringkali tanp...
Pendahuluan Glaukoma adalah neuropati optik progresif yang ditandai dengan kematian sel ganglion retina (RGC) dan kehilangan lapang pandang (pmc.ncbi....
Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.
Mulai tes sekarangSaraf optik adalah kumpulan serat saraf yang membawa informasi visual dari mata ke otak agar kita bisa melihat. Serat ini berasal dari sel-sel di retina yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik, lalu dikirim melalui saraf optik menuju pusat penglihatan di otak. Karena perannya yang kritis, kerusakan pada saraf optik dapat menyebabkan kehilangan penglihatan atau perubahan pandangan yang signifikan. Kerusakan dapat terjadi akibat tekanan yang meningkat di dalam mata, gangguan aliran darah, peradangan, atau kondisi degeneratif yang mempengaruhi sel saraf. Tanda awal kerusakan sering kali halus, seperti kehilangan penglihatan tepi atau penglihatan kontras yang menurun, sehingga pemeriksaan mata rutin penting untuk deteksi dini. Pengobatan biasanya fokus pada menghentikan atau memperlambat proses kerusakan dengan mengontrol faktor risiko seperti tekanan mata, diabetes, atau masalah vaskular. Kemampuan saraf optik untuk memperbaiki diri terbatas, sehingga pencegahan dan perawatan cepat menjadi kunci untuk mempertahankan fungsi penglihatan. Selain terapi medis, gaya hidup yang mendukung kesehatan mata—seperti pola makan bernutrisi, kontrol tekanan darah, dan berhenti merokok—dapat membantu melindungi saraf optik. Penelitian terus berupaya menemukan cara regenerasi dan perlindungan saraf optik, sehingga harapan pemulihan lebih baik di masa depan terus berkembang.