Mengapa Pemulihan Penglihatan Jauh Lebih Sulit pada Glaukoma Dibandingkan Penyakit Mata Lain
Bahkan pada kasus seperti degenerasi makula terkait usia atau retinopati diabetik, saraf optik sering kali tetap sehat, sehingga memulihkan...
Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.
Bahkan pada kasus seperti degenerasi makula terkait usia atau retinopati diabetik, saraf optik sering kali tetap sehat, sehingga memulihkan...
KIO-301 adalah salah satu obat eksperimental semacam itu. Ini digambarkan sebagai โfotoswitch molekulerโ (). Pada penglihatan yang sehat,...
Karena terapi ini membuat sel-sel merespons cahaya sekitar (daripada implan listrik atau kacamata), pasien tidak perlu memakai perangkat khusus di...
Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.
Retinitis pigmentosa adalah sekelompok penyakit genetik yang menyebabkan kerusakan progresif pada retina, lapisan di belakang mata yang bertugas menangkap cahaya. Kondisi ini biasanya dimulai dengan gangguan penglihatan malam dan kesulitan melihat di kondisi redup, lalu berkembang menjadi kehilangan penglihatan perifer sehingga seperti melihat melalui terowongan. Penyebabnya beragam karena banyak gen yang terlibat dalam fungsi sel-sel fotoreseptor; variasi genetik yang berbeda bisa menentukan usia munculnya gejala dan kecepatan kehilangan penglihatan. Diagnosis dibuat berdasarkan riwayat keluarga, pemeriksaan mata, tes fungsi retina, dan kadang pemeriksaan genetik untuk menentukan mutasi spesifik. Saat ini belum ada obat yang sepenuhnya menyembuhkan kondisi ini, tetapi ada beberapa pendekatan yang dapat memperlambat progresi atau membantu adaptasi, seperti rehabilitasi penglihatan, alat bantu, serta terapi khusus untuk beberapa bentuk genetiknya. Penelitian aktif mencakup terapi gen, obat-obatan, implan retina, dan pendekatan berbasis cahaya untuk mencoba mengembalikan atau menggantikan fungsi yang hilang. Retinitis pigmentosa penting untuk dipahami karena merupakan salah satu penyebab kebutaan herediter yang paling umum dan berdampak besar pada kualitas hidup pasien. Dukungan medis, informasi genetik, dan akses ke program rehabilitasi dapat membantu pasien menyesuaikan diri dan merencanakan masa depan meski penyakitnya progresif.