Saffron (Crocins) in Optic Neuroprotection: Translating Retinal Evidence to Glaucoma
Saffron (Crocins) in Optic Neuroprotection: Translating Retinal Evidence to Glaucoma Saffron (the dried stigmas of Crocus sativus L.) is rich in carot...
Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.
Saffron (Crocins) in Optic Neuroprotection: Translating Retinal Evidence to Glaucoma Saffron (the dried stigmas of Crocus sativus L.) is rich in carot...
Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.
Mulai tes sekarangSaffron adalah rempah yang berasal dari putik bunga Crocus sativus dan dikenal karena warna, rasa, dan aromanya yang khas. Putik saffron dikumpulkan satu per satu dengan tangan, itulah mengapa harganya sangat mahal dibanding rempah lain. Dalam memasak ia memberi warna kuning-oranye dan rasa hangat yang ringan pada makanan seperti nasi, sup, dan minuman. Selain untuk masakan, saffron lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu suasana hati, pencernaan, dan tidur. Secara kimia, saffron mengandung beberapa senyawa aktif seperti karotenoid yang bertanggung jawab atas warnanya dan sifat antioksidannya. Senyawa-senyawa ini membuat saffron menarik bagi penelitian modern karena potensi manfaatnya untuk kesehatan, termasuk perlindungan sel terhadap kerusakan. Beberapa studi menunjukkan bahwa saffron bisa membantu fungsi kognitif, mengurangi peradangan, dan melindungi jaringan sensitif seperti mata. Karena sifat antioksidan dan antiinflamasi, saffron juga diteliti sebagai suplemen untuk kondisi terkait penuaan dan stres oksidatif. Penting juga diingat bahwa kualitas saffron sangat bervariasi, sehingga harga dan kemurnian mempengaruhi efeknya. Bagi banyak orang, saffron berarti kombinasi unik antara rasa istimewa, nilai budaya, dan potensi manfaat kesehatan.