Resveratrol dan Jalur Sirtuin: Dari Trabecular Meshwork hingga Umur Panjang
Janji Resveratrol dalam Glaukoma: Sel Okular dan Penuaan Sistemik Resveratrol adalah senyawa polifenol yang sering disebut sebagai “mimik pembatasan k...
Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.
Janji Resveratrol dalam Glaukoma: Sel Okular dan Penuaan Sistemik Resveratrol adalah senyawa polifenol yang sering disebut sebagai “mimik pembatasan k...
Pendahuluan Glaukoma adalah penyakit mata neurodegeneratif kronis yang ditandai dengan kematian sel ganglion retina (RGC) dan kehilangan lapang pandan...
Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.
Mulai tes sekarangSirtuin adalah kelompok protein yang berfungsi sebagai enzim pengatur di dalam sel dan memainkan peran penting dalam mengatur umur sel, metabolisme, dan respons terhadap stres. Protein ini bergantung pada molekul NAD+ untuk bekerja, sehingga aktivitasnya terkait erat dengan kondisi energi sel. Sirtuin dapat memengaruhi perbaikan DNA, pengaturan gen yang mengontrol penuaan sel, dan fungsi mitokondria yang menghasilkan energi. Karena peran-peran tersebut, sirtuin sering menjadi fokus dalam pembahasan tentang penuaan dan penyakit metabolik seperti diabetes. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa meningkatkan aktivitas sirtuin dapat memperbaiki kesehatan metabolik dan memperlambat tanda-tanda penuaan pada tingkat sel. Aktivitas sirtuin juga dipengaruhi oleh pola makan dan status nutrisi; misalnya, kondisi puasa atau pembatasan kalori dapat meningkatkan aktivitasnya. Oleh karena itu, sirtuin menjadi target menarik untuk pengembangan obat dan pendekatan nutrisi yang bertujuan meningkatkan kesehatan jangka panjang. Namun, meskipun data laboratorium menjanjikan, dampak nyata pada manusia dan cara terbaik untuk memodulasi sirtuin masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Memahami sirtuin membantu ilmuwan dan tenaga kesehatan mencari strategi pencegahan dan terapi yang lebih efektif untuk kondisi terkait usia.