Kolesterol HDL dan apolipoprotein A-I: pelindung atau paradoks dalam glaukoma?
Kolesterol HDL, ApoA-I, dan Glaukoma – Kawan atau Musuh? Glaukoma – penyebab utama kehilangan penglihatan – tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan mata...
Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.
Kolesterol HDL, ApoA-I, dan Glaukoma – Kawan atau Musuh? Glaukoma – penyebab utama kehilangan penglihatan – tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan mata...
Merancang Formulasi Neuroprotektif Multi-Bahan untuk Glaukoma Glaukoma adalah neuropati optik kompleks yang ditandai dengan kematian progresif sel gan...
Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.
Mulai tes sekarangOCTA adalah singkatan dari Angiografi Tomografi Koherensi Optik, sebuah metode pencitraan mata yang menunjukkan pembuluh darah di retina dan lapisan di bawahnya tanpa perlu suntikan pewarna. Alat ini bekerja dengan membandingkan banyak pemindaian lapis demi lapis untuk mendeteksi pergerakan darah kecil, sehingga bisa memetakan aliran darah dan kepadatan pembuluh pada jaringan mata. Hasilnya berupa gambar detail yang memperlihatkan area berkurangnya aliran darah atau kerusakan pada kapiler yang tidak terlihat dengan pemeriksaan biasa. Karena tidak memerlukan kontras atau pewarna, pemeriksaan ini relatif cepat, aman, dan dapat diulang beberapa kali untuk memantau perubahan. OCTA membantu dokter melihat perubahan mikro pada retina dan lapisan saraf mata sejak tahap awal, sebelum pasien merasakan gejala nyata. Ini penting karena banyak penyakit mata, termasuk kondisi yang memengaruhi saraf penglihatan, dimulai dengan gangguan aliran darah halus yang bisa menyebabkan kerusakan permanen jika terlambat diatasi. Dengan OCTA, dokter bisa mengukur kepadatan pembuluh, mendeteksi area tanpa perfusi, dan menilai struktur serat saraf sehingga memudahkan diagnosis dan penilaian risiko kehilangan penglihatan. Alat ini juga berguna untuk memantau efektivitas terapi atau intervensi yang bertujuan melindungi atau memperbaiki suplai darah dan fungsi saraf di mata. Namun OCTA bukan tanpa batasan: kualitas gambarnya bisa terpengaruh oleh gerakan mata, awan kornea, atau kesalahan pemisahan lapisan, sehingga interpretasi memerlukan pengalaman. Area yang dapat dipindai biasanya terbatas sehingga beberapa kelainan periferal mungkin terlewat. Meski begitu, sebagai alat non-invasif yang memberi informasi tentang keadaan vaskular dan struktur saraf secara bersamaan, OCTA menjadi instrumen penting dalam deteksi dini dan pemantauan penyakit mata.