Seng, Tembaga, dan Neuropati Optik: Ketika Suplemen Meniru Progresi Glaukoma
Perlu dicatat bahwa banyak orang secara teratur melebihi asupan seng yang aman. National Institutes of Health menyarankan bahwa orang dewasa yang...
Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.
Perlu dicatat bahwa banyak orang secara teratur melebihi asupan seng yang aman. National Institutes of Health menyarankan bahwa orang dewasa yang...
Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.
Mulai tes sekarangDefisiensi nutrisi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan satu atau lebih zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal. Zat gizi itu bisa berupa vitamin, mineral, protein, lemak sehat, atau sejumlah kalori yang cukup. Kekurangan bisa terjadi karena asupan makanan yang buruk, gangguan penyerapan di usus, kebutuhan tubuh yang meningkat, atau kehilangan nutrisi melalui penyakit. Contoh umum termasuk kekurangan zat besi, vitamin B12, vitamin D, vitamin A, yodium, dan seng. Gejala bervariasi tergantung zat yang kurang, mulai dari kelelahan, kulit kering, rambut rontok, penurunan berat badan, gangguan penglihatan, sampai masalah perkembangan pada anak. Defisiensi nutrisi penting karena dapat memengaruhi kualitas hidup dan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit, tumbuh, dan berpikir dengan baik. Pada anak-anak, kekurangan gizi dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak sehingga berdampak jangka panjang. Banyak defisiensi bisa dideteksi lewat pemeriksaan darah atau gejala klinis sederhana, sehingga pencegahan dan pengobatan relatif mudah jika dideteksi dini. Penanganannya biasanya melibatkan perbaikan pola makan, suplemen sesuai kebutuhan, dan mengatasi penyebab dasar seperti gangguan penyerapan atau penyakit kronis. Dengan pemahaman dan langkah pencegahan seperti pola makan seimbang, pendidikan gizi, dan akses ke layanan kesehatan, banyak kasus defisiensi nutrisi dapat dicegah atau diobati sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.