Substansi P, Nyeri, dan Neuroinflamasi pada Glaucoma
Substansi P (SP) adalah molekul sinyal yang dibuat oleh sel saraf. Ketika saraf teriritasi atau terluka, mereka melepaskan Substansi P ke jaringan di...
Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.
Substansi P (SP) adalah molekul sinyal yang dibuat oleh sel saraf. Ketika saraf teriritasi atau terluka, mereka melepaskan Substansi P ke jaringan di...
Pada tahun 2015, para peneliti menemukan MOTS-c – sebuah peptida 16-asam amino yang dikodekan dalam DNA mitokondria (mtDNA) (). Ini diproduksi dari...
Retina, terutama RGC, adalah jaringan yang sangat aktif yang membutuhkan banyak energi untuk bekerja. Energi ini berasal dari struktur kecil di dalam...
Untuk glaucoma sudut tertutup, genetikanya lebih kompleks dan kurang jelas. Bentuk ini lebih tergantung pada bentuk mata (bilik depan dangkal)...
Misalnya, mikroglia yang teraktivasi diketahui melepaskan TNF-α dan IL-1β yang dapat memicu kematian sel ganglion retina. Penelitian pada model hewan...
Beberapa survei besar telah menguji apakah kadar vitamin D berkorelasi dengan glaukom. Misalnya, studi skrining kesehatan Korea terhadap lebih dari...
Bintik buta sering berkembang secara bertahap tanpa gejala. Mulai uji coba gratis dan lakukan tes lapang pandang cepat untuk mendeteksi perubahan sejak dini.
Cari Tahu SekarangNeuroinflamasi adalah proses peradangan yang terjadi di jaringan sistem saraf, termasuk otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi. Peradangan ini melibatkan aktivitas sistem imun di dalam jaringan saraf dan dapat muncul sebagai respons terhadap infeksi, cedera, atau kondisi autoimun di mana tubuh menyerang jaringannya sendiri. Neuroinflamasi bisa bersifat sementara atau kronis; jika berlangsung lama, ia dapat merusak sel-sel saraf dan struktur penunjang sehingga mengganggu fungsi saraf normal. Gejalanya tergantung pada area yang terkena dan bisa meliputi nyeri, gangguan sensasi, kelemahan, perubahan perilaku, gangguan kognitif, atau masalah penglihatan. Diagnosis biasanya memerlukan gabungan pemeriksaan klinis, tes laboratorium, dan teknik pencitraan untuk melihat tanda-tanda peradangan atau kerusakan jaringan. Pengobatan fokus pada mengurangi respons imun berlebih dan menangani penyebab yang mendasari, misalnya dengan obat antiinflamasi, imunosupresan, atau terapi khusus untuk infeksi. Penting memahami neuroinflamasi karena peradangan kronis di sistem saraf berkontribusi pada banyak penyakit neurologis dan dapat menyebabkan penurunan fungsi yang menetap. Pencegahan dan penanganan dini terhadap faktor pemicu seperti infeksi atau kondisi autoimun dapat mengurangi risiko kerusakan jangka panjang.