Makanan Kedelai, Fitoestrogen, dan Glaukoma pada Wanita
Glaukoma kira-kira dua kali lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua, dan wanita merupakan sebagian besar pasien. Para peneliti telah lama...
Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.
Glaukoma kira-kira dua kali lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua, dan wanita merupakan sebagian besar pasien. Para peneliti telah lama...
Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.
Mulai tes sekarangMakanan kedelai berasal dari biji kedelai dan hadir dalam berbagai bentuk yang sering kita temui sehari-hari, seperti tahu, tempe, susu kedelai, dan kecap. Kedelai kaya akan protein nabati berkualitas tinggi, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral sehingga menjadi sumber gizi penting, terutama bagi yang mengurangi konsumsi daging. Salah satu komponen yang menonjol dalam kedelai adalah isoflavon, sebuah jenis fitoestrogen yang dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh. Produk kedelai yang difermentasi, seperti tempe, cenderung lebih mudah dicerna dan kadang-kadang memiliki profil nutrisi yang berbeda dibandingkan produk kedelai olahan. Konsumsi kedelai telah dikaitkan dengan manfaat seperti penurunan risiko penyakit jantung, dukungan kesehatan tulang, dan bantuan meredakan beberapa gejala hormonal. Meski demikian, beberapa orang bisa mengalami alergi terhadap kedelai atau perlu membatasi karena kondisi medis tertentu. Selain itu, kualitas produk tergantung pada cara pengolahan; memilih produk rendah gula dan minim pengawet umumnya lebih sehat. Secara keseluruhan, kedelai bisa menjadi bagian bergizi dari pola makan seimbang jika dikonsumsi dengan bijak dan sesuai kebutuhan individu.