Visual Field Test Logo

Risiko glaucoma

Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.

ApoB, ApoA1, dan Kolesterol Non-HDL: Menyempurnakan Risiko Aterogenik pada Pasien Glaucoma

ApoB, ApoA1, dan Kolesterol Non-HDL: Menyempurnakan Risiko Aterogenik pada Pasien Glaucoma

Memahami Lipid dan Aterosklerosis pada Glaucoma Glaucoma dikenal sebagai penyakit tekanan mata tinggi, namun para peneliti semakin menyadari bahwa kesehatan pembuluh darah juga berperan. Khususnya, kolesterol dan lemak darah terkait (lipid) dapat memengaruhi arteri kecil yang menyuplai saraf optik. Tes kolesterol tradisional melaporkan kolesterol LDL (LDL-C) โ€“ sering disebut kolesterol โ€œjahatโ€ โ€“...

Siap untuk memeriksa penglihatan Anda?

Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.

Mulai tes sekarang

risiko glaucoma

Risiko glaucoma berarti seberapa besar kemungkinan seseorang mengalami kondisi mata yang merusak saraf optik, yaitu glaucoma. Glaucoma biasanya berkembang secara perlahan dan bisa tidak menimbulkan gejala sampai kerusakan penglihatan sudah lanjut. Faktor yang meningkatkan risiko termasuk bertambahnya usia, riwayat keluarga, tekanan bola mata yang tinggi, dan kondisi medis seperti diabetes atau tekanan darah rendah. Beberapa kelompok etnis, seperti orang keturunan Afrika dan beberapa populasi Asia, juga cenderung memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, riwayat penggunaan steroid, cedera mata, kelainan anatomis mata, dan miopia tinggi dapat memperbesar kemungkinan terkena glaucoma. Karena kerusakan akibat glaucoma bersifat permanen, deteksi dini melalui pemeriksaan mata rutin sangat penting untuk menurunkan risiko kehilangan penglihatan. Pengukuran tekanan intraokular, pemeriksaan saraf optik, dan tes lapang pandang adalah alat utama untuk menilai kemungkinan penyakit ini. Jika terdeteksi, penanganan fokus pada menurunkan tekanan mata atau melindungi saraf optik lewat obat tetes, laser, atau tindakan bedah. Mengelola faktor risiko lain seperti mengontrol tekanan darah dan gula darah juga membantu mengurangi kemungkinan perkembangan penyakit. Mengetahui faktor risiko memungkinkan orang membuat keputusan pencegahan, seperti pemeriksaan lebih sering atau tindakan pengobatan lebih awal, sehingga penglihatan dapat lebih terjaga.