Penglihatan Buatan untuk Glaucoma Stadium Akhir: Prostesis Retina vs. Kortikal
Penglihatan Buatan untuk Glaucoma Stadium Akhir: Prostesis Retina vs. Kortikal Glaucoma stadium lanjut merusak saraf optik dan sel ganglion retina (RG...
Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.
Penglihatan Buatan untuk Glaucoma Stadium Akhir: Prostesis Retina vs. Kortikal Glaucoma stadium lanjut merusak saraf optik dan sel ganglion retina (RG...
Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.
Mulai tes sekarangBedah saraf adalah cabang kedokteran yang berfokus pada diagnosis dan pengobatan masalah pada otak, sumsum tulang belakang, dan saraf tepi menggunakan operasi dan teknik non-bedah. Dokter yang bekerja di bidang ini disebut ahli bedah saraf dan mereka menangani kondisi seperti tumor otak, cedera kepala, stroke tertentu, kelainan pembuluh darah, serta penyakit degeneratif tulang belakang. Prosedur bisa melibatkan operasi terbuka, teknik minimal invasif, atau pemasangan alat seperti stimulasi saraf untuk meredakan gejala. Sebelum operasi, pasien biasanya menjalani pemeriksaan pencitraan seperti CT atau MRI untuk merencanakan tindakan secara cermat. Bedah saraf penting karena masalah pada sistem saraf pusat dapat mengancam nyawa atau menimbulkan cacat permanen jika tidak ditangani dengan tepat. Operasi di area ini berisiko tinggi dan memerlukan tim multidisiplin yang melibatkan ahli anestesi, neurolog, dan ahli rehabilitasi untuk meminimalkan komplikasi. Perkembangan teknologi—misalnya neuronavigasi, perekaman saraf intraoperatif, dan teknik endoskopi—telah membuat prosedur lebih aman dan presisi. Setelah operasi, rehabilitasi dan pengawasan berkepanjangan sering diperlukan untuk memulihkan fungsi dan kualitas hidup pasien. Keputusan untuk melakukan tindakan bedah saraf dibuat dengan mempertimbangkan manfaat, risiko, dan tujuan hidup pasien. Dengan penanganan yang tepat, bedah saraf dapat menyelamatkan nyawa, mengurangi nyeri, dan memperbaiki fungsi neurologis yang terganggu.