Merancang Formulasi Neuroprotektif Multi-Bahan untuk Glaukoma Glaukoma adalah neuropati optik kompleks yang ditandai dengan kematian progresif sel ganglion retina (RGC) dan hilangnya lapang pandang. Patogenesisnya tidak hanya melibatkan peningkatan tekanan intraokular (TIO) tetapi juga stres oksidatif, disfungsi mitokondria, neuroinflamasi, dan disregulasi vaskular (pmc.ncbi.nlm.nih.gov). Biologi...
Uji klinis acak terkendali adalah metode penelitian yang dirancang untuk menilai apakah suatu pengobatan atau intervensi benar-benar efektif dan aman. Dalam jenis penelitian ini, peserta dibagi secara acak ke dalam dua kelompok atau lebih, misalnya satu kelompok menerima pengobatan yang diuji dan kelompok lain menerima pengobatan standar atau plasebo. Pengacakan membantu memastikan perbedaan hasil disebabkan oleh intervensi, bukan oleh perbedaan karakteristik peserta. Biasanya juga digunakan metode buta (misalnya peserta atau peneliti tidak tahu siapa mendapat pengobatan sebenarnya) untuk mengurangi pengaruh harapan dan penilaian yang bias. Hasil dari uji ini diukur dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, seperti perbaikan gejala, kadar biomarker, atau efek samping. Ukuran sampel yang cukup dan analisis statistik yang tepat diperlukan agar hasil dapat dipercaya dan tidak kebetulan. Uji semacam ini sering memerlukan persetujuan etik dan prosedur keselamatan agar peserta terlindungi selama penelitian. Karena desainnya yang ketat, hasil uji klinis acak terkendali dianggap bukti kuat untuk pengambilan keputusan medis. Oleh karena itu, keputusan pengobatan, pedoman klinis, dan persetujuan obat baru sering berdasar pada hasil jenis penelitian ini.