Visual Field Test Logo

Sistem saraf otonom

Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.

IGF-1, Pensinyalan mTOR, dan Neurodegenerasi Lintas Mata dan Otak

IGF-1, Pensinyalan mTOR, dan Neurodegenerasi Lintas Mata dan Otak

Pendahuluan Glaukoma kini diakui bukan hanya sebagai masalah tekanan mata tetapi sebagai penyakit neurodegeneratif saraf optik. Sel ganglion retina (RGC) – neuron yang mengirimkan sinyal visual dari mata ke otak – mengalami degenerasi pada glaukoma, mirip dengan kematian neuron pada penyakit Alzheimer atau Parkinson (pmc.ncbi.nlm.nih.gov) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov). Para peneliti mengungkap bagaiman...

Biomarker Stres Oksidatif, HRV, dan Kehilangan Sel Ganglion Retina

Biomarker Stres Oksidatif, HRV, dan Kehilangan Sel Ganglion Retina

Pendahuluan Glaukoma adalah penyakit mata di mana sel ganglion retina (RGC) – sel saraf yang membawa sinyal visual dari mata ke otak – perlahan-lahan mati. Ini menyebabkan kehilangan penglihatan yang bertahap dan tidak dapat dipulihkan. Dokter biasanya berfokus pada penurunan tekanan mata untuk memperlambat glaukoma, namun penelitian kini menunjukkan bahwa stres oksidatif (semacam stres kimiawi da...

Siap untuk memeriksa penglihatan Anda?

Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.

Mulai tes sekarang

sistem saraf otonom

Sistem saraf otonom adalah bagian dari sistem saraf yang bekerja tanpa kita sadari untuk mengatur fungsi-fungsi dasar tubuh, seperti detak jantung, pernapasan, pencernaan, tekanan darah, dan keringat. Ia dibagi menjadi dua cabang utama: yang memacu tubuh pada situasi siaga dan stres, dan yang menenangkan tubuh untuk istirahat dan pemulihan. Keseimbangan antara kedua cabang ini penting agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan kebutuhan internal. Ketidakseimbangan atau gangguan pada sistem ini dapat menyebabkan berbagai keluhan, mulai dari pusing dan detak jantung tidak teratur hingga masalah pencernaan dan gangguan tidur. Sistem saraf otonom berkomunikasi dengan organ melalui neurotransmiter dan serangkaian saraf sehingga reaksi tubuh bisa cepat dan otomatis. Cara hidup seperti olahraga, pola pernapasan, tidur cukup, dan manajemen stres bisa memengaruhi fungsi sistem ini. Dalam bidang medis, fungsi sistem saraf otonom dinilai untuk membantu memahami kondisi seperti hipertensi, gangguan irama jantung, dan beberapa gangguan neurologis. Mengetahui perannya membantu kita memahami bagaimana tubuh merespons stres dan bagaimana langkah sederhana dapat meningkatkan kesejahteraan sehari-hari.