Plastisitas Kortikal dan Pembelajaran Perseptual: Bisakah Otak Mengompensasi Kerusakan Saraf Optik?
Menariknya, banyak pasien glaukoma memiliki sedikit kesadaran akan titik-titik buta mereka. Pengisian perseptual ini – di mana otak “mengisi”...
Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.
Menariknya, banyak pasien glaukoma memiliki sedikit kesadaran akan titik-titik buta mereka. Pengisian perseptual ini – di mana otak “mengisi”...
Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.
Mulai tes sekarangPlastisitas kortikal adalah kemampuan korteks otak—lapisan luar yang mengatur fungsi seperti penglihatan, pendengaran, dan gerakan—untuk berubah dan menyesuaikan diri. Perubahan ini bisa berupa penyesuaian koneksi antar neuron, pembentukan jalur baru, atau penguatan sambungan yang sering digunakan. Plastisitas terjadi sepanjang hidup, tapi paling aktif pada masa kanak-kanak saat otak sedang berkembang pesat. Mekanisme ini memungkinkan otak belajar, menyimpan memori, dan mengadaptasi diri saat lingkungan atau kondisi tubuh berubah. Mengerti plastisitas kortikal penting karena menjelaskan bagaimana pemulihan setelah cedera dan proses belajar berlangsung. Dalam rehabilitasi, misalnya, latihan yang terarah bisa merangsang area otak lain untuk mengambil alih fungsi yang kehilangan. Prinsip plastisitas juga mendasari strategi pendidikan dan terapi untuk gangguan sensorik atau motorik. Namun, plastisitas tidak selalu menguntungkan; adaptasi yang salah atau pengalaman negatif juga bisa memperkuat pola yang tidak diinginkan. Oleh karena itu pendekatan yang tepat, waktu yang baik, dan latihan konsisten diperlukan untuk memaksimalkan perubahan otak yang membantu fungsi sehari-hari.