Visual Field Test Logo

Biomarker

Penelitian mendalam dan panduan ahli untuk menjaga kesehatan visual Anda.

IGF-1, Pensinyalan mTOR, dan Neurodegenerasi Lintas Mata dan Otak

IGF-1, Pensinyalan mTOR, dan Neurodegenerasi Lintas Mata dan Otak

Pendahuluan Glaukoma kini diakui bukan hanya sebagai masalah tekanan mata tetapi sebagai penyakit neurodegeneratif saraf optik. Sel ganglion retina (RGC) – neuron yang mengirimkan sinyal visual dari mata ke otak – mengalami degenerasi pada glaukoma, mirip dengan kematian neuron pada penyakit Alzheimer atau Parkinson (pmc.ncbi.nlm.nih.gov) (pmc.ncbi.nlm.nih.gov). Para peneliti mengungkap bagaiman...

Biomarker Stres Oksidatif, HRV, dan Kehilangan Sel Ganglion Retina

Biomarker Stres Oksidatif, HRV, dan Kehilangan Sel Ganglion Retina

Pendahuluan Glaukoma adalah penyakit mata di mana sel ganglion retina (RGC) – sel saraf yang membawa sinyal visual dari mata ke otak – perlahan-lahan mati. Ini menyebabkan kehilangan penglihatan yang bertahap dan tidak dapat dipulihkan. Dokter biasanya berfokus pada penurunan tekanan mata untuk memperlambat glaukoma, namun penelitian kini menunjukkan bahwa stres oksidatif (semacam stres kimiawi da...

Siap untuk memeriksa penglihatan Anda?

Mulai tes lapangan visual gratis Anda dalam waktu kurang dari 5 menit.

Mulai tes sekarang

biomarker

Biomarker adalah sesuatu yang dapat diukur dalam tubuh untuk memberi informasi tentang kondisi kesehatan, penyakit, atau respons terhadap pengobatan. Bentuknya bisa beragam, misalnya molekul dalam darah, kadar hormon, perubahan genetik, hasil pemeriksaan pencitraan, atau ukuran fisiologis seperti variabilitas detak jantung. Biomarker membantu dokter dan peneliti mengetahui apakah suatu proses biologis sedang terjadi, seberapa parah suatu kondisi, atau apakah terapi bekerja. Penggunaan biomarker mempercepat deteksi dini, pemantauan perkembangan penyakit, dan penentuan strategi pengobatan yang lebih tepat. Meski sangat bermanfaat, tidak semua biomarker cocok untuk semua orang; banyak yang perlu diuji dan divalidasi agar akurat dan dapat dipercaya. Selain itu, hasil biomarker harus diinterpretasikan bersama gejala klinis dan pemeriksaan lain karena bisa dipengaruhi oleh faktor seperti usia, gaya hidup, dan obat-obatan. Dengan perkembangan teknologi, temuan biomarker baru terus muncul dan membantu personalisasi perawatan medis. Namun akses, biaya, dan etika penggunaan data biologis juga menjadi pertimbangan penting dalam pemanfaatannya.

Biomarker - Eye Care Articles | Visual Field Test | Visual Field Test